Bantaeng.-Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng menggelar kegiatan Observasi dan Interview Calon Peserta Program Pemagangan ke Jepang dari PT DENSO pada Kamis (10/9/2026), bertempat di Aula Graha Vokasi AK-Manufaktur Bantaeng.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Angkatan Tahun 2024 dan alumni Program Studi Teknik Perawatan Mesin yang menjadi calon peserta program pemagangan ke Jepang. Observasi dan interview dilaksanakan sebagai salah satu tahapan untuk melihat kesiapan dan potensi peserta sebelum mengikuti program pemagangan di industri Jepang.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur AK-Manufaktur Bantaeng, Arminas, Pembantu Direktur, Mahlina Ekawati, serta Kepala Subbagian Tata Usaha, Arman Suntoro. Turut hadir Rico Valention dari LPK INA serta tim dari PT DENSO Jepang, yaitu Mr. Hayashi, Mr. Isaka, Mr. Okamoto, Mr. Ida, dan Mr. Maki.
Dalam kegiatan ini, para calon peserta mengikuti observasi dan wawancara bersama tim PT DENSO Jepang. Proses ini dilakukan untuk melihat kesiapan peserta, mulai dari kemampuan, sikap kerja, komunikasi, hingga kesiapan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja di Jepang.
Kehadiran tim PT DENSO Jepang juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan alumni untuk mengenal lebih jauh tentang dunia kerja dan budaya kerja di Jepang. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengalaman dan memberikan motivasi kepada peserta untuk mempersiapkan diri meraih peluang kerja di tingkat internasional.
Selain melaksanakan observasi dan interview, tim PT DENSO Jepang juga berkesempatan mengunjungi Workshop Welding AK-Manufaktur Bantaeng. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi tim DENSO untuk melihat secara langsung fasilitas praktik serta proses pembelajaran di bidang pengelasan yang menjadi salah satu kompetensi utama calon peserta program pemagangan.
Direktur AK-Manufaktur Bantaeng, Arminas, menyampaikan proses yang telah dirintis selama beberapa bulan sebelumnya kini telah sampai pada tahap observasi. Ia berharap tahapan ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa serta membuka peluang bagi mereka untuk mengikuti program pemagangan ke Jepang.
Untuk tahap awal, program ini masih diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi Teknik Perawatan Mesin, khususnya pada bidang kompetensi welding. Ke depan, AK-Manufaktur Bantaeng berharap program tersebut dapat diperluas dan melibatkan dua program studi lainnya, yaitu Analisis Kimia (Ankim) dan Teknik Listrik dan Instalasi (TLI).
Sementara itu, Rico Valentino dari LPK INA menyampaikan bahwa program pemagangan ke Jepang ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan alumni AK-Manufaktur Bantaeng untuk mendapatkan pengalaman kerja sekaligus mengenal budaya dan standar industri Jepang. Ia berharap para peserta dapat mempersiapkan diri dengan baik, baik dari sisi kemampuan teknis maupun sikap dan kedisiplinan, sehingga mampu mengikuti program dengan maksimal.